Poco común · Lugares

Plosowahyu

Pueblo de Indonesia

Desa, Lamongan

Resumen elaborado a partir de los datos de Wikidata

En el mapa

Ver en OpenStreetMap · © los colaboradores de OpenStreetMap
En Wikipedia

Texto en indonesio Aún no hay artículo en tu idioma: extracto en indonesio.

Plosowahyu adalah sebuah Desa berstatus Mandiri yang berada di wilayah Kecamatan Lamongan, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, Indonesia. Di Desa Plosowahyu, tepatnya di Dusun Wahyu, terdapat makam keramat yang dikenal dengan nama Mbah Kaji Mujurono, yang belakangan juga disebut sebagai Raden Suworno (Soeworno). Sosok ini dipercaya memiliki hubungan dengan keturunan Majapahit dan menjadi kunci penting dalam melacak sejarah Desa Plosowahyu, meskipun masih sulit ditelusuri secara mendetail. Tidak diketahui pasti kapan Desa Plosowahyu didirikan. Ada yang menyebutkan bahwa awalnya penduduk desa ini memeluk agama Siwa-Buddha, yang memberi petunjuk bahwa Mbah Kaji Mujurono adalah seorang pendatang yang kemudian mengislamkan penduduk setempat. Sejarawan seperti Pegeud dan De Graaf mencatat bahwa Islamisasi wilayah Lamongan baru terjadi pada masa penaklukan oleh Kesultanan Demak di bawah Sultan Trenggono sekitar tahun 1541-1542 M. Sebelum itu, wilayah Lamongan Selatan masih berafiliasi dengan Siwa-Buddha dari kerajaan Sengguruh (Singosari) dan Kertosono (Kediri). Menurut sejarawan Ustad Chambali, salah satu teman pendiri Lamongan, yakni Raden Pangeran Haryo Kanjeng Jimat, lahir di Plosowahyu sekitar tahun 1527. Hal ini menandakan bahwa Desa Plosowahyu sudah ada sebelum masa kelahiran Kanjeng Jimat. Mbah Kaji Mujurono diyakini hidup lebih awal, sebagai santri Sunan Giri I, sedangkan Kanjeng Jimat adalah santri Sunan Giri III. Dalam cerita tutur lain, disebutkan bahwa Mbah Kaji Mujurono menetap di Plosowahyu setelah mengalami kekalahan perang dan membuka hutan di sana.

Texto: Wikipedia en indonesio, CC BY-SA 4.0. ·

Abrir

Toca para cerrar

Confirmación